Friday, June 12, 2020

Berbahayakah Hamil Pada Usia Lanjut ?


Bagi banyak pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun dan mendambakan kehamilan dan kehadiran buah hati di rumah tangga mereka. Namun banyak juga faktor yang harus mereka pertimbangkan untuk melakukan program hamil, karena tidak sedikit juga pasangan yang lebih mengutamakan karier ketimbang berencana memiliki momongan. Oleh sebab itu, kini tidak sedikit wanita yang baru hamil saat usianya sudah tidak bisa dikatakan muda, misalnya usia 35 tahun ke atas.

Risiko kehamilan tersebut tidak hanya dialami oleh sang Ibu, tetapi juga bisa mengganggu pertumbuhan bayi di dalam kandungan.

Apa Saja Risiko Hamil di Usia Lanjut?

Keguguran adalah salah satu risiko terbesar yang mungkin dialami oleh wanita yang hamil di usia lanjut. Tidak hanya itu, risiko lain yang harus dihadapi adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dapat berujung preeklamsia atau kelahiran sebelum usia kandungan genap 9 bulan.

Kehamilan di usia lanjut juga rentan terkena diabetes gestasional, yakni bentuk sementara diabetes ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengatur gula selama kehamilan. Komplikasi potensi lainnya dari kehamilan di usia tua adalah meningkatkan kemungkinan untuk melakukan proses aborsi demi keselamatan ibu dan bayi.

Haruskah Wanita yang Hamil di Usia Lanjut Diperlakukan Khusus ?

Jawabannya tentu saja iya. Mereka yang hamil di usia tua wajib menerima perawatan yang lebih intensif misalnya menjalani serangkaian tes seperti tes diabetes dan tekanan darah selama hamil selalu dalam kondisi normal.

Selain itu, mereka harus rutin melakukan pemeriksaan USG untuk mengukur panjang serviks janin karena panjang yang lebih pendek mengindikasikan risiko kelahiran prematur. Selama trimester awal, selalu jaga asupan makanan dan jika perlu melakukan istirahat total.

Namun, meski banyak sekali risiko yang dihadapi, masih saja banyak wanita yang memutuskan tetap hamil meski usianya sudah tidak muda. Beberapa fakta menunjukkan bahwa sejak tahun 2000 hingga 2012, tingkat kehamilan yang dialami wanita dengan rentang usia 35 hingga 39 tahun meningkat dari 20 hingga 40 persen pada beberapa negara. Selain itu, tingkat wanita yang memiliki bayi di usia 40an telah meningkat dua kali lipat.

Memiliki bayi di usia tua memang tidak selalu merugikan. Asalkan ibu selalu menjaga kesehatannya dengan melakukan gaya hidup sehat. Mulai dari menjaga asupan makanan, rajin olahraga, menghindari stres serta rajin memeriksakan diri ke dokter.

Risiko Hamil di Usia Tua

1. Kesuburan Mulai Menurun

Salah satu hal yang bisa terjadi saat merencanakan kehamilan di usia tua adalah, mungkin akan menunggu sedikit lebih lama. Sebab, setelah usia 35 tahun, kesuburan wanita cenderung sudah mulai menurun. Hal itu bisa membuat wanita butuh waktu yang relatif lebih lama dalam menanti kehadiran sang buah hati.

Menurunnya tingkat kesuburan pada wanita bisa dipengaruhi beberapa hal, mulai dari penurunan jumlah dan kualitas sel telur yang diproduksi, hingga adanya perubahan hormon yang berakibat pada perubahan ovulasi.

2. Bayi Lahir Tidak Normal

Hamil di usia yang terlalu tua ternyata bisa menyebabkan bayi lahir dalam keadaan yang tidak normal. Hal itu terjadi karena pembelahan sel telur yang abnormal, disebut nondisjunction. Kondisi ini menyebabkan anak membawa cacat lahir atau kondisi akibat kelainan kromosom seperti sindrom down.

3. Risiko Keguguran

Risiko kematian janin alias keguguran juga meningkat pada wanita yang hamil di usia terlalu tua. Pada wanita yang hamil di usia 35-45 tahun, risiko bayi meninggal sebelum usia 4 bulan, bahkan saat masih di dalam kandungan, akan meningkat hingga 20-35 persen. Keguguran seringnya terjadi karena masalah pada kromosom atau genetika janin.

4. Bayi Lahir Prematur dan Berat Badan Rendah

Risiko bayi lahir prematur pun menjadi lebih besar pada wanita yang hamil di usia lebih dari 35 tahun. Selain itu, bayi yang lahir mungkin juga akan memiliki berat badan yang rendah alias jauh dari berat badan normal.

Kondisi ini akan meningkatkan kemungkinan ibu harus melewati persalinan dengan operasi Caesar. Hal ini juga bisa membuat bayi rentan terhadap masalah kesehatan dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

5. Masalah Kesehatan pada Ibu

Ibu yang hamil di usia terlalu tua juga berisiko mengalami masalah kesehatan. Misalnya diabetes, hipertensi, dan lainnya. Wanita yang hamil di atas usia 40 tahun juga berisiko mengalami komplikasi seperti plasenta previa dan preeklamsia.

Punya masalah kandungan dan butuh saran dokter? buka website resmi Klinik Raden Saleh ! Sampaikan masalah seputar kesehatan pada dokter spesialis kandungan Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi dari dokter klinik aborsi untuk konsultasi dan tips cara menggugurkan kandungan yang baik dan benar.

0 comments:

Post a Comment