Saturday, April 6, 2019

Mengenal Polyflex, Anak Baru Dunia Percetakan


Menjamurnya usaha sablon atau cetak kaos saat ini jadi angin segar bagi penyedia produk tinta dan stiker yang dapat dicetak ke media kain. Apalagi tak hanya sablon manual, cetak kaos dengan metode cutting pun juga mulai menjamur dan jadi pilihan karena variasinya yang cukup banyak.

Yang paling baru saat ini adalah sablon jenis Polyflex, yang jadi pilihan banyak pelaku usaha dengan jasa jual polyflex. Sablon digital ini menggunakan bahan sejenis stiker atau vinyl yang ditekan dengan panas di kaos yang akan disablon. Walaupun begitu, cara pengerjaannya tergolong mudah, lho. 

Pertama-tama, lembaran vinyl dipotong dengan mesin cutting yang sudah terintegrasi dengan komputer. Baru kemudian ditempelkan ke media kaos yang ingin disablon dan ditekan beberapa saat dengan suhu tertentu agar stiker benar-benar menempel pada kain. Angkat dan diamkan sebentar, baru kemudian lapisan luar dapat dilepas. Saat melepas lapisan juga harus hati-hati soalnya bisa saja lepas karena belum melekat sempurna. Lebih baik didiamkan dulu sekitar beberapa jam untuk memastikan stiker sudah melekat.

Bahan stiker jenis Polyflex memiliki tekstur yang elastis, awet dan melekat kuat pada media kaos, seperti jersey bola, kaos maupu jaket yang rata-rata berbahan dasar katun. Dari segi biaya, harga Polyflex cenderung lebih murah dibanding bahan lain yang sejenis. Penelusuran kami, ada sejumlah situs yang menjual Polyflex dengan harga berkisar antara 75-85 ribu Rupiah per ukuran 50x100 cm. Bahan ini biasanya juga dijual dalam bentuk roll berbagai warna. 

Selain dikenal awet dan kuat, Polyflex juga diklaim praktis untuk digunakan. Itulah mengapa banyak pelaku usaha sablon atau stiker cutting mengunakan bahan ini. Biasanya mereka menyediakan warna-warna yang cenderung sering digunakan, seperti hitam, putih, merah, kuning, hijau dan biru. Karena lebih banyak dicetak pada bahan kaos yang akan terkena langsung dengan kulit, bahan ini juga aman dan tidak menimbulkan alergi. Bahkan beberapa produk sejenis juga mengklaim bahwa Polyflex juga aman untuk digunakan pada pakaian bayi yang tentunya memiliki kondisi kulit yang sensitif.

Menggunakan bahan ini untuk menyablon dengan teknik cutting juga sebenarnya lebih hemat bagi sebagian pelaku usaha jasa sablon, terutama mereka yang bermodal kecil. Berbeda dengan teknis print DTG yang cenderung banyak tinta, sablon cutting menyesuaikan dengan ukuran gambar atau tulisan yang sudah diatur di komputer. Sehingga kelebihan bahan masih dapat dimanfaatkan untuk sablon yang lebih kecil.

Sayangnya, bahan ini masih belum begitu familiar sehingga distribusinya masih terbatas. Ditambah lagi harga mesin yang cukup mahal, membuat sablon dengan Polyflex belum banyak diterapkan oleh semua pelaku usaha di bidang ini. 

0 comments:

Post a Comment