Wednesday, January 9, 2019

Pentingkah Melakukan Tindakan Radiologi pada Gigi?


Salah satu hal yang penting dilakukan sebelum melakukan perawatan atau pengobatan terhadap gigi seseorang adalah tindakan radiologi gigi. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang menghindari tindakan radiologi ini terutama pada gigi.

Masih banyak masyarakat takut dengan paparan radiasi yang dianggap bisa berbahaya dan memicu penyakit lainnya. Hal ini diakui Dokter Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi, Menik Priminiarti.

"Radiasi akibat tindakan radiologi memang sangat berbahaya. Tapi hal itu berbahaya hanya ketika dosisnya kelebihan atau tindakannya tidak dibutuhkan," jelasnya ketika ditemui di Penang Bistro, Jakarta Selatan.

Itulah yang menjadi penyebab tindakan radiologi selalu disertai pengawasan dokter. Tindakan radiologi sudah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien untuk menegakkan diagnosis serta menentukan rencana perawatan.

Terdapat dua teknik radiologi yang biasa diberikan pada pasien untuk mengetahui kondisi gigi mereka. Dua teknik radiografi ini yaitu Panoramik dan Sefalometri Lateral. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Radiograf Panoramik atau ronsen panoramik dilakukan untuk menghitung jumlah gigi dan melihat kelainan pada mahkota atau akar. Sedangkan, Sefalometri Lateral dilakukan untuk melihat kelainan tumbuh kembang gigi dan rahang, menilai hubungan gigi dengan rahang atas maupun bawah serta tengkorak.

Keduanya terlihat cukup berbeda dari segi hasil. Panoramik menampakkan struktur gigi tampak depan, sedangkan Sefalometri Lateral menampilkan tampak samping.

Selain kedua teknik tersebut, kini para dokter memiliki teknik baru yaitu Cone Beam Computed Tomography (CBCT) untuk memeriksa kasus lebih kompleks seperti penentuan lokasi gigi yang tidak dapat tumbuh, diagnosis anomali gigi maupun rahang atau evaluasi kasus celah langit-langit.

"CBCT menyerupai CT Scan, tapi dikhususkan untuk bagian kepala. Jadi, hasilnya bisa lebih jelas daripada CT Scan yang menyeluruh. Lebih jelas melihat kondisi jaringan dan sarafnya," kata Menik.

Ketiga prosedur radiologi tersebut aman diberikan pada anak-anak maupun dewasa, walaupun harus dilakukan dengan dosis tinggi.

"Jika seorang anak dapat rujukan untuk melakukan perawatan radiologi berdosis tinggi, berarti kondisi tubuhnya memang perlu dan akan siap dengan perawatannya. Justru, perawatan gigi lebih dini akan lebih baik," tandasnya.

0 comments:

Post a Comment